Kepuasan Masyarakat Terhadap Kinerja Wako Agung Tinggi, Pembangunan Meningkat Pesat

Kepuasan Masyarakat Terhadap Kinerja Wako Agung Tinggi, Pembangunan Meningkat Pesat
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota, Markarius Anwar

PEKANBARU - Menelisik tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar mencapai 77,12 persen. Angka tersebut berdasarkan hasil Survei Kepuasan Warga Pekanbaru Tahun 2026 yang dirilis Lembaga Survey Opini Rakyat. 

Survei yang dilaksanakan pada 4 hingga 17 April 2026 itu menunjukkan sebanyak 21,35 persen responden menyatakan tidak puas, sementara 1,54 persen lainnya tidak memberikan jawaban. Pengumpulan data dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Riau dengan jumlah responden sebanyak 520 orang. 

Ketua tim survei, Adlin, menjelaskan bahwa penelitian menggunakan metode multi stage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 4,5 persen. 

“Metode yang digunakan sudah sesuai standar survei nasional. Responden yang dilibatkan juga merepresentasikan warga Pekanbaru secara umum,” ujarnya 

Di bawah kepemimpinan Agung, Pekanbaru Tancap Gas, Bukan Sekadar Wacana

Pekanbaru di bawah kepemimpinan Agung Nugroho dan Markarius Anwar mencatat kemajuan 

terstruktur hingga melampaui target. Menjadi fondasi untuk melanjutkan transformasi menuju 

Pekanbaru yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan. 

Dalam satu tahun terakhir, Pekanbaru menunjukkan satu hal yang jelas, yakni arah pembangunan 

bergerak lebih terstruktur, pelayanan publik makin mendekat ke warga, dan tata kelola kota mulai dibenahi secara menyeluruh. 

Adlin menyebut, meningkatnya kepuasan publik tidak terlepas dari berbagai program yang dijalankan pemerintah kota, terutama di sektor infrastruktur dan pelayanan publik. Beberapa di antaranya seperti penurunan tarif parkir dan pengaspalan jalan. 

Ia menambahkan, pada awal masa jabatan, tingkat kepuasan masyarakat berada di angka 67 persen. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, angka tersebut mengalami peningkatan signifikan. 

“Artinya apa yang dilakukan wali kota dan wakil wali kota mulai dirasakan dan diapresiasi oleh masyarakat,” jelasnya. 

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Berbagai janji politik diterjemahkan menjadi langkah konkret, baik melalui kebijakan yang langsung dirasakan masyarakat maupun program jangka panjang yang memperkuat fondasi kota. 

Agung Nugroho menyampaikan, kebijakan yang dijalankan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menunaikan amanah masyarakat. Pembangunan diarahkan lebih terukur, pelayanan publik diperkuat, serta tata kelola pemerintahan dibuat semakin transparan dan akuntabel. 

Komitmen itu diawali dengan kebijakan yang menyentuh kebutuhan harian warga, salah satunya penurunan tarif parkir kendaraan bermotor untuk meringankan beban ekonomi sekaligus menata sistem perparkiran agar lebih tertib dan transparan. Kebijakan ini juga didikuti Kerjasama dengan Alfamart dan Indomart dengan menggaratiskan tarif parkir dikedua ritel tersebut pada tahun 2026 ini. 

Pelayanan publik juga diperkuat melalui Mobil AMAN, layanan administrasi kependudukan jemput bola yang memudahkan masyarakat tanpa harus datang ke kantor pemerintahan. Petugas mendatangi warga untuk perekaman dan pembaruan data. 

Di sektor penataan kota, Pemko menertibkan lebih dari 500 tiang reklame yang tidak sesuai ketentuan guna memperluas ruang terbuka hijau dan memperindah wajah kota. 

Dalam bidang lingkungan, Gerakan Serbu Sampah digulirkan dan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) dibentuk di 83 kelurahan. Pendekatan ini menekankan partisipasi kolektif masyarakat, disertai penindakan tegas terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal. 

Pengendalian banjir menjadi prioritas dengan penanganan di 20 titik rawan, normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer serta normalisasi drainase dan daerah aliran sungai mencapai 109,5 kilometer. Sebanyak 15 ribu pohon juga ditanam sebagai bagian dari komitmen Pekanbaru Green City. 

Di bidang infrastruktur, lebih dari 42 kilometer jalan diperbaiki mencakup 58 ruas jalan kota dan sembilan ruas jalan perumahan. Sebanyak 42 halte diremajakan, lampu penerangan dipasang, serta layanan wifi gratis disediakan di sejumlah titik. 

Pada sektor pendidikan, bus Transmetro gratis disediakan bagi pelajar dengan dukungan Oplet AMAN sebagai feeder kawasan permukiman. Beasiswa jenjang S1 hingga S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an, turut disalurkan. Program Zero Putus Sekolah juga mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan. 

Di bidang kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan bagi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pelatihan kader posyandu dilakukan untuk menekan angka stunting. 

Dalam sektor ekonomi, Bazar Pangan Murah digelar di 50 titik dan program Rp100 juta per RW dijalankan untuk mendukung prioritas pembangunan lingkungan. Dari sisi keuangan, Pemko berhasil melunasi utang tunda bayar sebesar Rp470 miliar pada 2025 serta mendorong masuknya investasi baru. 

Pelayanan perizinan juga dipercepat, di mana Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan dalam satu jam. 

restasi diraih dalam bidang budaya dan olahraga, termasuk juara II MTQ tingkat Provinsi Riau dan penyelenggaraan MTQ tingkat kota ke-57. Festival Kreatif Budaya Melayu digelar untuk menguatkan nilai kultural dan mendorong UMKM, serta kegiatan Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hanguah. 

Pemko juga mengakselerasi berbagai Program Strategis Nasional (PSN), seperti MBG dengan 27 dapur umum, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih di 83 kelurahan, digitalisasi pendidikan melalui smartboard, pembangunan rumah swadaya, serta 20 ribu sambungan jaringan gas kota. 

Selain itu, proyek strategis wilayah meliputi Tol Rengat–Pekanbaru, Tol Pekanbaru–Bukittinggi–Padang, pengembangan exit tol, dan SPAM Regional Pekanbaru–Kampar. Pemko juga mengusulkan PSN baru seperti pembangunan BRT, Jembatan Siak V, Pekanbaru East Outer Ring Road, peningkatan ketangguhan banjir, penyediaan rumah murah, penataan permukiman kumuh, serta revitalisasi waterfront Sungai Siak dan Kota Tua Pekanbaru. 

Total anggaran proyek strategis Kota Pekanbaru 2025 mencapai Rp217,08 miliar yang mencakup pembangunan ruang kelas baru, infrastruktur kawasan dan gedung, jalan dan drainase, pengembangan air bersih dan SPAM, transportasi, pertamanan, persampahan, kesehatan, 20 ribu sambungan jargas hingga pertanian dan perikanan. 

Agung menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk melanjutkan transformasi kota secara progresif.

Berita Lainnya

Index